♥ Part Of Me



“Anda bukan orang yang sempurna,karena jauh sebelum saya memendam harapan ini saya telah mengenal anda.Mengenal anda sebagai pribadi yang baik dan dengan sangat baik,yang sebelumnya mengangap anda sebagai seorang pribadi yang biasa saja.Namun,karena hal bodoh yang saya lakukan,anda mulai masuk dalam kehidupan saya.Menjelma sebagai seseorang yang melukiskan senyuman,tawa juga air mata dalam kehidupan saya,bahkan tanpa ada sedikit tinta yang anda torehkan sehingga saya tak percaya….”

“…Di dalam semesta tidak ada kebetulan dan tidak ada kecelakaan.Tidak ada yang terjadi tanpa seorangpun menghendakinya terjadi…”

“…Edelweis itu abadi
Kau ucap kalimat itu bagai mantra aji sakti
kalimat yang tertancap begitu dalam hingga melubangi sanubari
Karena ternyata,cintamu benar-benar abadi..”
“aku berharap tak pernah bertemu dengan mu
supaya aku tak perlu menginginkanmu
memikirkan mu dalam lamunku
supaya aku tak mencarimu,setiap kali aku rindu
supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku
tapi..
kalau aku benar-benar tak pernah bertemu dengan mu
mungkin aku tak akan pernah tau seperti apa rasanya berdua saja dengan mu
menikmti waktu bergulir tanpa terasa
aku juga tak mungkin bisa tau seperti apa rasanya sungguh - sungguh mencintaimu.
dan dicintai sosok seindah sakura seperti dirimu…”

“…Seperti putri duyung di dongeng itu,kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku.Sebut aku pesimis….!!! tapi sudah terlalu lama aku menunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu.Dan selama itu,aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya pelan-pelan tumbuh menjadi bunga yang indah.
Aku kalah bahkan jauh sebelum mulai angkat senjata.Kau ada di hidupku,tapi bukan untuk ku miliki.Kerjap mata indahmu hanya untuk dia dan selamanya itu tak akan berubah.Meski begitu,kenapa aku tidak berusaha berbalik dan mencari jalan keluar untuk keluar dari bayang-bayang dirimu?
Jika suatu hari kau menyadari perasaanku ini,ku mohon jangan pernah menyalahkan dirimu,Mungkin memang sudah begini takdir rasaku.Cintaku padamu tak akan pernah melambung ke langit ke tujuh.Aku hanya akan membiarkan buah-buah kesedihanku menyaru bersama deburan ombak laut itu.Karena inilah pengorbanan terakhirku membiarkanmu bahagia tanpa diriku…”
 “..Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah indah.Percaya atau tidak begitulah kenyataannya.Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia.Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca.Setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.
Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah.Kita sama-sama berusaha,tetapi tidak bisa mengubah apa-apa.Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak.Maka,berhentilah dan renungkanlah ini semua sejenak.Tidak ada gunanya memaksa.Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita…”

“tapi jika harapan ini hanya sebuah harapan semata.Kenapa anda bisa membuat air mata saya menetes setiap kali saya mengenang anda,kenapa tanpa perlu menyentuh saya anda bisa melukai saya,kenapa setiap hal yang menyulitkan hidup saya,saya rela melakukannya pada anda,kenapa tanpa menghafal nama anda desahan lisan ini selalu menyebut nama anda.Apa ini hanya harapan semata..?”

“…Senang dan sedih itu suatu hal yang sulit dipisahkan.Terima kasih telah memberikan saya kesenangan dan telah meninggalkan jejak kenangan di pergelangan tangan kiri saya.Mungkin ini cukup untuk mengobati rasa penasaran saya kepada anda…”

“…ini tentang kisah kehilangan,ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh.
Atas nama ketidakpercayaan,kita telah saling mengucapkan selamat tinggal…”
“…Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya,ikutilah kata hati.
Begitu seharusnya,bukan?
Dan,hati ini membawaku kembali kepadamu.Tapi kau tak ada lagi berada di tempat kita dahulu.
Apakah kau telah menemukan separuh hatimu yang baru?..”


“…Ketika cinta memanggilmu,ikutilah dia,walau jalannya terjal berliku.Dan apabila sayapnya merangkummu,pasrah dan menyerahlah kepadanya walau pedang yang tersembunyi di sayap itu melukaimu.Dan jika dia bicara padamu percayalah,walau ucapanya membuyarkan mimpimu,bagai angin utara mengobrak-abrik pertamanan…”

0 komentar:

Posting Komentar


up